MENGIKIS BUDAYA NIKAH SIRI DENGAN SOFT SKILL DAN LIFE SKILL

Nurul Umi Ati

Abstract


Digagasnya RUU Nikah Siri sebernarnya bertujuan memperketat pernikahan siri itu sendiri, dengan harapan meminimalisasi jumlah korban yaitu banyaknya kaum perempuan beserta anaknya yang menjadi korban ‘praktik nikah siri’ (Mubarok, 2010) . Namun faktanya tidak sedikit dijumpai pasangan yang lebih memilih melakukan nikah siri terutama kalangan kelas menengah ke bawah, hal tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan pengetahuan mengenai hukum, dampak yang akan di timbulkan serta masalah mahalnya biaya pernikahan resmi melalui pemerintah belum lagi biaya mahar dan ongkos pesta yang harus dikeluarkan mempelai (Devita, 2009). Di Indonesia, jumlah perempuan lebih besar dari pada laki-laki, yang eronisnya jumlah angka Buta aksara perempuan itu masih dua kali lipat dari laki-laki, apalagi model-model pembangunan yang dirancang dan dipergunakan tidak selalu memperhatikan relasi antara perempuan dan laki-laki. Oleh karena itu penguatan kaum perempuan  sangatlah penting, dengan  melalui  peningkatkan kualitas Soft Skill dan Life Skill yang berbasis pada  ketrampilan dan  tehnologi serta ketrampilan yang berbasis home industri , akan menjadi alternatif pemberdayaan ekonomi secara berkelanjutan sebagai jalan keluar atau metode alternatif  pengikisan budaya nikah siri.


Keywords


budaya, nikah siri, life skill, soft skill



DOI: https://doi.org/10.37295/wp.v14i01.44

Refbacks

  • There are currently no refbacks.